Sintang Zona Kuning, Ketua DPRD: Jangan Abaikan Prokes

SINTANG, RS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny meminta masyarakat untuk selalu mewaspadai penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19). Walaupun Sintang telah kembali ke zona kuning.

“Sintang telah kembali ke zona kuning, dengan status tersebut kita minta masyarakat agar tidak abai akan protokol kesehatan,” pinta Ronny.

Ronny juga meminta masyarakat agar selalu waspada. Sebab Covid-19 tidak kelihatan adanya.

“Kalau ke daerah seperti Kota Sintang, jangan lupa pakai masker. Kalau tidak mendesak, jangan dulu ke Kota Sintang,” himbau Ronny.

Hal itu disampaikan langsung politisi muda Partai Nasdem ini pada masyarakat yang menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gereja Katolik Stasi Terusan Paroki Santo Martinus Kelam Permai, Minggu 13 Juni 2021.

Dikatakan Ronny, pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan saja. Tetapi juga pada ekonomi dan keuangan negara. Kabupaten Sintang sangat merasakan dampaknya pandemi Covid-19 ini. Keuangan pemerintah sangat terdampak pandemi covid-19. Bahkan beberapa lalu Pemda Sintang dan DPRD melakukan recofusing anggaran atau relokasi ulang anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Makanya kami berusaha agar pemanfaatan anggaran yang tepat guna,” tegas Ronny.

Pada kesempatan tersebut, Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Kelam Permai, Dedai, Sungai Tebelian ini mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah Covid-19, sesuai arahan pemerintah.

“Selalu patuhi prokes di manapun berada dan apapun kegiatannya. Yakni memakai masker dimanapun berada, mencuci tangan dengan sabur di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Usahakan tidak keluar rumah jika tidak benar-benar penting. Lebih baik di rumah saja untuk menjaga diri kita dari penularan virus Covid-19,” terang Ronny.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Sintang per tanggal 13 Juni 2021, total kasus konfirmasi di Kabupaten Sintang sebanyak 2.334. Sebanyak 2.151 sudah dinyatakan sembuh. Kemudian yang meninggal dunia sebanyak 121 orang.

Saat ini, yang sedang menjalani perawatan di RSUD Ade M Djoen Sintang sebanyak 46 orang, di Ruang Isolasi Mandiri (RIM) Rusunawa sebanyak 38 orang, Ruang Isolasi Mandiri (RIM) Diklat sebanyak 36 orang dan 72 orang sedang menjalani isoman. (*)

__Posted on
Juni 13, 2021
__Categories
LEGISLATIF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *