Deteksi berita sekota Sintang

Ancaman Narkoba Semakin Bahaya, Niko Minta Semua Pihak Berperan Aktif Memberantasnya

Nikodemus

SINTANG – Berdasarkan hasil survey Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukan, sekitar 2,3 juta pelajar dan mahasiswa di Indonesi pernah mengkonsumsi narkoba. Tentu ini patut menjadi perhatian serius oleh berbagai pihak.

Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyt Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Nikodemus mengatakan, bahwa narkoba sudah menjadi salah satu masalah besar di Indonesia. Tentu harus cepat diatasi.

“Ada beberapa faktor yang menjadi masalah besar di Indonesia saat ini, seperti terorisme, korupsi dan narkoba. Tentu ini harus menjadi perhatian berbagai pihak. Bagaimana cara memberantas hingga ke akar-akarnya,” ujarnya saat ditemui di kantor DPRD setempat belum lama ini.

Dengan tingginya angka pengguna narkoba hasil survey tersebut, kata Nikodemus tentu dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Bahkan dapat melemahkan ketahanan nasional dan mengahambat jalannnya pembangunan.

“Dampak bahaya dan korban dari penyalahgunaan narkoba dari tahun ketahun juga cenderung meningkat. Bahkan sudah sangat meresahkan. Perkembangannya sudah sangat membahayakan, tidak hanya generasi muda kita saja, tetapi sudah merambah ke semua strata dan profesi, diantaranya oknum pejabat, oknum ASN, oknum TNI/Polri, kalangan usahawan bahkan ibu rumah tangga,” terangnya.

Kalau tidak cepat diatasi, pasti kata Nikoedomes bisa menghancurkan generasi penerus bangsa. Maka dari itu, semua pihak harus berperan aktif untuk memberantasnya, karena tidak bisa hanya berharap dari aparat keamanan saja.

“Tentu semua elemen masyarakat harus turut andil dalam memberantas narkoba ini. Jangan pernah takut untuk melaporkan ke pihak berwajib apabila mengetahui ada transaksi narkoba di sekitar kita,” terangnya.

Politisi Partai Hanura ini juga meminta, terutama dari lingkungan keluarga. Bagaimana caranya orang-orang terdekat di lingkungan keluarga bisa mengkampanyekan gerakan anti narkoba. Pembinaan agama yang kuat dan hal-hal positif lainnya.

“Kalau dari pembinaan keluarga dan agama sudah kuat, saya yakin anak-anak kita tidak akan terjebak belenggu narkoba ini,” yakinnya.

Sementara itu, media kata Niko juga harus berperan aktif dalam memberantas narkoba, seperti menyebarkan berita-berita terkait bahayanya narkoba ini dan apa dampak ke depan kalau sudah berurusan dengan narkoba.

“Jadi pada intinya semua harus andil dalam pemberantasan narkoba ini. Angka pengguna narkoba yang sudah tinggi itu menjadi peringatan, bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak hanya dapat dilakukan secara masif saja, tetapi harus lebih agresif lagi. Khususnya bagi generasi yang terlahir pada era millennium ini,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *