Deteksi berita sekota Sintang

Melalui Digitalisasi, Niko Ajak Milenial Melek Politik

SINTANG, RS – Revolusi Industri 4.0, saat ini mulai dirasakan di Indonesia. Tentunya hal ini merupakan pencapaian besar di zaman yang serba teknologi ini. Namun, masih banyak yang perlu diperhatikan tentang bagaimana kita dapat beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0 ini.

Revolusi Industri 4.0 bagaikan pedang bermata dua. Apabila kita dapat memanfaatkan dengan maksimal maka kita akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Namun, jika sebaliknya maka kita akan menjadi orang paling tertinggal di zaman modern ini.

Salah satu yang dapat kita lakukan dalam memanfaatkan Revolusi Industri 4.0 adalah melek digital. Memanfaatkan dan mengaplikasikan digitalisasi di semua sektor, baik pendidikan, ekonomi, sosial bahkan politik.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Nikodemus, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang yang menilai pemanfaatan teknologi digital ini sangat penting. Terutama untuk anak muda pada sektor politik. Karena menurutnya generasi milenial.

“Tentunya menjadi tantangan baru bagi setiap elemen masyarakat, terlebih bagi generasi emas Indonesia yang selalu di gaung-gaungkan, yakni generasi milenial. Generasi yang individualistik ini, sangat bergantung pada perkembangan teknologi, sehingga apatis terhadap dunia politik,”

Generasi milenial yang paling mencolok saat ini, ungkap Nikodemus, adalah mereka yang begitu sangat menguasai teknologi serta aktif di media.

“90 persen generasi milenial mengakses media sosial setiap hari, mereka biasanya mencari informasi mengenai liburan, hiburan, kuliner, agama, politik, olah raga dan lain sebagainya,” tutur Nikodemus.

Untuk menarik pemilih milenial ikut serta dan peduli pada proses dan tahapan pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 2024 mendatang, tentu menjadi tantangan sendiri bagi sejumlah pihak yang terlibat pada Pemilu mendatang.

Karenanya, Nikodemus menyarankan agar penyelenggara Pemilu dapat memberikan pendidikan politik yang dapat diterima oleh khalayak milenial.

“Caranya, kita harus terjun ke dunia mereka atau dengan membingkai pendidikan serta kegiatan yang sesuai dengan porsinya. Karena mereka cenderung tertarik pada hal-hal yang baru, inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Nah, ini harus menjadi perhatian kita bersama, sehingga generasi milenial ini dapat ikut mensukseskan tiap tahapan pemilu 2024,” ujar Nikodemus berpendapat.

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *