SINTANG, RS – Karena waktu anak lebih banyak dihabiskan dalam lingkungan keluarga, Senen Maryono, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang mengatakan bahwa dalam mencegah kenakalan remaja tidak lepas dari peran serta orang tua dan keluarga.
Hal tersebut ia sampaikan dan berharap agar orang tua dapat lebih ekstra memberikan pengawasan terhadap anaknya. Baik saat berada dalam lingkungan keluarga maupun di luar rumah.
“Karena waktu anak itu lebih banyak dihabiskan dengan lingkungan keluarga. Maka dari itu harapannya agar orang tua dapat lebih ekstra dalam memberika pengawasan kepada anak-anak mereka. Mau itu di lingkungan keluarga, atau di lingkungan masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, solusi utama yang paling utama dapat dilakukan adalah dari pihak keluarga dan lingkungan. Dengan selalu terjaganya komunikasi anak dengan orang tuanya, meskipun tidak berada di lingkungan keluarga, pengawasan melalui komunikasi juga hal penting.
Menurut Senen ada beberapa hal yang menjadi faktor pemicu kenakalan remaja, khususnya di Kabupaten Sintang. Di antaranya seperti lingkungan keluarga yang kurang harnonis, kemiskinan, kesenjangan sosial, salah memilih teman, atau terjebak dalam pergaulan yang buruk. Sehingga membuat anak tidak bisa membedakan antara yang benar dan mana yang salah.
“Banyak faktor kenakalan remaja saat ini, seperti broken home, kemiskinan, salah pergaulan. Makanya, kalau komunikasi orang tua dan anak kurang faktor-fakror ini bisa jadi pemicu anak tak bisa membedakan mana yang baik dan yang benar. Karena faktor-faktor itu bisa memberi pengaruh pada psikologis anak sehingga anak cenderung berbuat nakal,” ungkapnya.
Politikus Partai Amanat Nasional ini juga mengatakan, tak hanya peran keluarga. Tapi juga perlu peran pemerintah dan masyarakat sekitar dalam mencegah kenakalan remaja. Seperti memperkuat basis sosial masyarakat, seperti organisasi masyarakat dan sekolah.
(***)











