SINTANG, RS – Dalam upayanya untuk meningkatkan kondisi infrastruktur jalan yang vital, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Sandan, terus mengadvokasi perbaikan ruas jalan dari Simpang Medang menuju Serawai. Meskipun menjadi kewenangan pemerintah provinsi Kalimantan Barat, Sandan menyoroti bahwa perbaikan yang telah dilakukan masih bersifat selektif.
“Saat ini, perbaikan jalan provinsi dilakukan hanya pada beberapa titik tertentu,” ujar Sandan, menunjukkan kekhawatiran terhadap keterbatasan cakupan perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi.
Menanggapi progres perbaikan jalan, Sandan menyatakan, “Anggaran untuk perbaikan jalan dari provinsi memang telah dialokasikan tahun ini. Namun, untuk informasi lebih lanjut, disarankan untuk menghubungi Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar.”
Salah satu fokus perhatian Sandan adalah ruas jalan di daerah Bukit Bunyau, terutama di arah dekat Nanga Serawai, yang merupakan bagian dari ruas Simpang Medang Serawai. Meskipun bukan kewenangan langsung Kabupaten Sintang, Sandan sebagai wakil dari Serawai Ambalau berharap agar perbaikan jalan terus dilakukan.
“Kami hanya dapat mengkomunikasikan dan mendorong agar pemerintah provinsi fokus pada perbaikan jalan tersebut,” tegasnya.
Dalam upaya menciptakan sinergi antara Kabupaten Sintang dan DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Sandan berharap agar perwakilan Kabupaten Sintang di tingkat provinsi juga ikut berperan dalam menyuarakan pentingnya pembangunan dan perbaikan jalan.
“Kami berharap kepada mereka yang mewakili Kabupaten Sintang di DPRD Provinsi Kalimantan Barat untuk aktif menyuarakan kebutuhan pembangunan dan perbaikan jalan ini,” paparnya.
Ketika ditanya mengenai kualitas komunikasi dengan anggota DPRD Provinsi Kalbar, khususnya dapil 7, Sandan menyatakan bahwa secara umum, komunikasi telah berjalan baik. Namun, terkait perbaikan jalan, perannya sebatas sebagai perwakilan masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
“Dalam hal ini, saya hanya dapat menyuarakan atau menyampaikan aspirasi masyarakat terkait perbaikan jalan. Mungkin tantangan yang dihadapi tidak jauh berbeda dengan apa yang kami alami di Kabupaten, seperti keterbatasan anggaran yang membuat perbaikan jalan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh dalam satu tahun anggaran,” ungkap Sandan.
Analisisnya menyiratkan bahwa perbaikan jalan merupakan proyek berkelanjutan, dan meskipun anggarannya telah dialokasikan, belum mencapai tahap pelaksanaan yang memadai. “Saat ini anggarannya terus masuk, namun belum ada realisasi yang signifikan,” tambahnya.
Dengan upaya terus-menerus dari Sandan dan harapannya terhadap perwakilan Kabupaten Sintang di DPRD Provinsi Kalbar, diharapkan bahwa perbaikan jalan dari Simpang Medang menuju Serawai akan mendapatkan perhatian lebih besar dan menjadi prioritas dalam agenda pembangunan infrastruktur provinsi.
(***)









