SINTANG, RS – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, mengungkapkan keprihatinannya terkait masih terbatasnya keberadaan dokter umum dan dokter gigi di sejumlah wilayah terpencil seperti Serawai, Kemangai, Ambalau, dan Jasa.
Ia menyebut kondisi ini sebagai hambatan serius dalam pemenuhan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat pedalaman.
Dalam pernyataannya, Anastasia menuturkan bahwa meskipun Pemerintah Kabupaten Sintang telah berupaya mendistribusikan tenaga medis secara merata, kenyataan di lapangan belum menunjukkan hasil yang optimal.
Ia bahkan mencatat adanya dokter yang mengundurkan diri karena kesulitan menjangkau lokasi tugas yang terpencil dan minim fasilitas pendukung.
“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Jika kekosongan tenaga medis terus dibiarkan, maka masyarakat di pedalaman akan kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ujar Anastasia, Rabu (18/6/2025).
Wakil rakyat dari Partai NasDem ini juga menegaskan bahwa kehadiran dokter, baik umum maupun gigi, sangat dibutuhkan tidak hanya untuk layanan kuratif, tetapi juga untuk upaya pencegahan dan edukasi kesehatan.
Ia menyebut kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia sebagai pihak yang paling terdampak dari kurangnya tenaga kesehatan tersebut.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Anastasia mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang untuk segera merumuskan langkah strategis.
Ia menyarankan agar dilakukan rekrutmen tenaga medis baru, redistribusi personel, serta penyediaan insentif yang layak bagi dokter yang bersedia bertugas di wilayah pedalaman.
“Komisi C mendorong agar Bupati dan dinas terkait segera mengisi kekosongan tenaga dokter di puskesmas-puskesmas terpencil. Pemerataan layanan kesehatan adalah hak setiap warga, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota,” tegasnya.
Anastasia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa DPRD Sintang melalui Komisi C akan terus berkomitmen untuk memperjuangkan akses kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, pemerintah, harus memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena kendala geografis.











