Deteksi berita sekota Sintang

Infrastruktur sebagai Motor Ekonomi: DPRD Sintang Nilai Peningkatan Jalan Simpang Medang–Nanga Mau Langkah Strategis Pemprov Kalbar

SINTANG, RS – Upaya meningkatkan konektivitas wilayah kembali mendapat sorotan positif dari legislatif daerah. Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni, menilai proyek peningkatan ruas jalan Simpang Medang–Nanga Mau oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat hulu.

Proyek dengan nilai anggaran mencapai Rp29 miliar tersebut saat ini tengah berjalan dan menjadi salah satu fokus pembangunan infrastruktur yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi.

Ia menegaskan, pembangunan jalan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan akses, melainkan investasi jangka panjang untuk membuka keterisolasian dan mendorong pertumbuhan sektor produktif.

“Konektivitas adalah urat nadi pembangunan. Ketika akses antarwilayah terbuka, otomatis roda ekonomi akan berputar lebih cepat,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa ruas jalan Simpang Medang–Nanga Mau merupakan jalur vital yang menghubungkan sentra pertanian dan perkebunan di wilayah Kayan Hilir dan Kayan Hulu dengan pusat Kota Sintang. Kondisi jalan yang lebih baik diyakini akan menurunkan biaya logistik, mempercepat distribusi barang, dan meningkatkan daya saing komoditas lokal.

“Jika biaya transportasi turun 10 hingga 15 persen saja, itu sudah berdampak besar bagi pendapatan petani dan pelaku usaha kecil,” jelasnya.

Selain manfaat ekonomi, pembangunan infrastruktur tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong pemerataan pembangunan antara wilayah pesisir dan pedalaman. Menurutnya komitmen Pemprov Kalbar untuk terus menggarap proyek strategis di daerah hulu menunjukkan keberpihakan nyata terhadap masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

“Selama ini masyarakat pedalaman sering tertinggal karena infrastruktur terbatas. Sekarang, Pemprov mulai menunjukkan komitmen nyata dengan memprioritaskan wilayah seperti Sintang,” tambahnya.

Meski demikian, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni, mengingatkan bahwa proses pekerjaan harus diawasi secara ketat agar kualitasnya sesuai standar. Ia menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran pembangunan.

“Kita harus pastikan setiap rupiah dari APBD digunakan secara efektif, jangan sampai pekerjaan fisik asal jadi,” tegasnya.

Ia juga berharap agar pembangunan jalan tersebut tidak berhenti pada satu tahap saja, melainkan berlanjut hingga seluruh akses di Sintang bagian timur dapat tersambung secara optimal.

“Pembangunan bukan sekadar membangun jalan, tetapi membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.

Pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan pedalaman yang selama ini sangat bergantung pada akses jalan darat sebagai jalur utama mobilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *