SINTANG, RS – Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan upaya mitigasi bencana dengan menggelar sosialisasi kesiapsiagaan gempa bumi. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Sintang, Selasa (14/4/2026), ini menghadirkan narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian.
Sosialisasi tersebut diikuti oleh unsur pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dengan tujuan memperkuat pemahaman terkait potensi gempa bumi serta langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan.
Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Kusnidar, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa fenomena gempa bumi mulai menjadi perhatian serius karena semakin sering dirasakan masyarakat di wilayah tersebut.
“Selama ini kita lebih banyak menghadapi bencana banjir dan kebakaran hutan dan lahan. Namun sekarang gempa bumi mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga perlu pemahaman yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan catatan BPBD, kejadian gempa telah terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Sintang dan Kayan Hilir. Beberapa titik yang terdampak meliputi Kelurahan Ladang serta desa Nyangkom, Mekar Mandiri, dan Jaya Sakti.
Menurut Kusnidar, kondisi tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi yang terarah dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi,” katanya.
Selain peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan individu dan kelompok juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya respons yang tepat agar masyarakat tidak panik saat menghadapi situasi darurat.
“Harapan kami, masyarakat tetap tenang dan tahu apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi, sehingga risiko dapat diminimalkan,” tegasnya.
Kusnidar juga menambahkan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari strategi pengurangan risiko bencana yang lebih luas. Pemerintah daerah, kata dia, mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dalam menghadapi kondisi darurat sebelum bantuan datang.
“Kesiapsiagaan di tingkat masyarakat sangat penting. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat bisa mengambil langkah awal untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Kehadiran BMKG sebagai narasumber diharapkan mampu memberikan informasi yang akurat dan komprehensif terkait penyebab serta potensi gempa di wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sintang.
Dengan langkah ini, Pemkab Sintang berharap kesadaran masyarakat terhadap ancaman gempa bumi semakin meningkat, sekaligus memperkuat kesiapan dalam menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang.
