SINTANG, RS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Senen Maryono, mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan Hari Raya Idulfitri dengan penuh kesederhanaan tanpa harus berlebihan. Ia menilai, makna utama Idulfitri bukan terletak pada kemewahan perayaan, melainkan pada nilai kebersamaan, keikhlasan, dan rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa.
Dalam keterangannya, Senen menekankan pentingnya menjaga esensi perayaan agar tidak bergeser menjadi ajang konsumtif. Menurutnya, kebiasaan berbelanja berlebihan justru dapat mengurangi makna spiritual dari hari kemenangan tersebut.
“Idulfitri seharusnya menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan rasa syukur, bukan ajang untuk berfoya-foya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Dengan demikian, perayaan tetap berlangsung khidmat tanpa menimbulkan beban finansial setelahnya. Senen menilai, sikap bijak dalam mengelola keuangan sangat penting, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
“Rayakanlah Idulfitri dengan cara yang sederhana, yang penting kebersamaan dan kehangatan dengan keluarga tetap terjaga,” tambahnya.
Selain itu, ia turut mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama, khususnya mereka yang kurang mampu. Menurutnya, Idulfitri merupakan momen yang tepat untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Senen juga berharap nilai-nilai kebersahajaan ini dapat terus dijaga dan diwariskan, sehingga perayaan Idulfitri tidak kehilangan makna utamanya. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan tidak harus diukur dari kemewahan, tetapi dari ketulusan dan kebersamaan.
“Kesederhanaan justru akan membuat perayaan terasa lebih bermakna dan penuh keberkahan,” pungkasnya.
Dengan imbauan tersebut, diharapkan masyarakat Kabupaten Sintang dapat merayakan Idulfitri secara lebih bijak, tanpa mengurangi rasa suka cita, serta tetap mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.









