Deteksi berita sekota Sintang

Dewan Sintang Soroti Kebiasaan Anak Muda Nongkrong hingga Larut Malam di Warkop

SINTANG, RS — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Senen Maryono, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kebiasaan anak-anak muda yang kerap menghabiskan waktu hingga larut malam di warung kopi atau warkop. Menurutnya, perilaku ini dapat berdampak negatif terhadap perkembangan dan produktivitas generasi muda di daerah.

“Kebiasaan nongkrong di warkop sampai larut malam bukan hanya mengurangi waktu belajar atau bekerja, tetapi juga bisa memicu perilaku kurang produktif dan mengganggu kesehatan,” tegas Senen Maryono.

Ia menekankan pentingnya memberikan perhatian serius terhadap kegiatan anak muda, terutama yang berisiko mengganggu rutinitas dan kualitas hidup mereka. Ia menilai bahwa generasi muda merupakan aset penting bagi pembangunan daerah, sehingga pembinaan karakter dan kegiatan positif harus terus diperkuat.

“Kita perlu mendorong mereka untuk menyalurkan energi dan kreativitasnya dalam kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti olahraga, seni, kewirausahaan, atau kegiatan sosial di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Anggota DPRD ini juga mengajak orang tua, sekolah, dan pemerintah desa untuk bekerja sama dalam mengarahkan anak-anak muda agar memiliki kegiatan produktif pada malam hari. Menurut Senen, kolaborasi ini penting agar perilaku nongkrong larut malam bisa dikurangi dan diganti dengan aktivitas yang lebih mendukung pengembangan diri.

Selain itu, Senen Maryono menyoroti perlunya fasilitas dan ruang publik yang aman dan nyaman bagi remaja untuk berkumpul, sehingga mereka tidak harus menghabiskan waktu di warkop atau tempat yang kurang sehat.

“Penyediaan ruang kreatif bagi remaja bisa menjadi alternatif positif, sekaligus memperkuat interaksi sosial yang konstruktif,” ujarnya.

Dengan perhatian dan arahan yang tepat, Senen berharap generasi muda Kabupaten Sintang dapat memanfaatkan waktu dengan lebih baik, menumbuhkan kreativitas, serta ikut berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *