SINTANG, RS – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Kusnadi, menyoroti keterbatasan fasilitas alat berat milik pemerintah daerah yang menjadi salah satu faktor utama lambatnya perbaikan infrastruktur jalan, khususnya di daerah pedalaman.
Menurutnya, persoalan ini tidak hanya soal minimnya anggaran, tapi juga karena jumlah peralatan teknis seperti ekskavator dan grader yang belum memadai.
“Bukan hanya anggaran yang kurang, tapi alat berat milik UPJJ juga sangat terbatas. Dampaknya, perbaikan jalan jadi antre dan tidak bisa cepat dilakukan. Kadang masyarakat harus menunggu berbulan-bulan,” ujarnya pada saat diwawancara baru-baru ini.
Ia menjelaskan bahwa peralatan yang tersedia di Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) Dinas PUPR Kabupaten Sintang masih belum mampu menjangkau seluruh wilayah yang memiliki medan berat dan tersebar luas.
Situasi ini menyebabkan pekerjaan infrastruktur tidak berjalan maksimal, terlebih di kecamatan-kecamatan pedalaman seperti Sepauk dan Tempunak, yang menjadi daerah pemilihannya.
“Keluhan warga soal jalan rusak hampir selalu muncul setiap kali turun ke lapangan. Tapi faktanya, tenaga dan alat yang tersedia memang terbatas. Sementara kebutuhan perbaikan muncul dari berbagai lokasi,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kusnadi mendorong Pemerintah Kabupaten Sintang agar mulai merancang pengadaan alat berat tambahan secara bertahap. Dengan penambahan alat, diharapkan proses pemeliharaan jalan bisa berlangsung lebih cepat dan merata.
“Kalau jalan-jalan di desa sudah bagus, otomatis mobilitas warga jadi lancar. Hasil pertanian bisa cepat dijual ke pasar. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi berdampak langsung ke kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Sepauk–Tempunak, Kusnadi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi warga, terutama menyangkut pembangunan infrastruktur dasar yang berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedalaman.











