Deteksi berita sekota Sintang

Wujudkan Kota Tertib, DPRD Sintang Ajak Pengusaha dan Pemerintah Bangun Sistem Parkir Terpadu

SINTANG, RS — Pertumbuhan pesat kafe dan tempat ngopi di Kabupaten Sintang menjadi bukti meningkatnya minat masyarakat terhadap ruang publik dan aktivitas kreatif. Namun, perkembangan tersebut juga menimbulkan tantangan baru, terutama terkait ketersediaan lahan parkir yang memadai. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Santosa, mendorong kerja sama lebih kuat antara pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk merancang solusi jangka panjang.

Menurutnya, kualitas fasilitas parkir tidak dapat diabaikan dalam pengelolaan usaha kuliner modern. Tanpa penataan yang baik, kendaraan yang diparkir sembarangan akan menghambat mobilitas masyarakat dan menurunkan tingkat keselamatan di jalan raya.

“Saya mengajak semua pemilik kafe untuk meningkatkan sarana pendukung usaha, terutama area parkir. Ini bukan hanya tentang kenyamanan pelanggan, tetapi bagian dari etika bisnis dan tanggung jawab sosial,” tegasnya, Rabu (19/11).

Ia mengusulkan agar pemerintah daerah mempertimbangkan model kerja sama penggunaan lahan publik sebagai lokasi parkir terpadu yang dapat dimanfaatkan bersama oleh para pelaku usaha di kawasan pusat kuliner. Menurutnya, langkah tersebut akan membantu mengatasi keterbatasan lahan dan meningkatkan penataan kota secara keseluruhan.

Selain itu, Ia mendorong pembentukan forum komunikasi antara pemilik usaha kuliner untuk membahas solusi kolektif serta strategi pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Ia menilai bahwa pendekatan kolaboratif adalah kunci keberhasilan pengembangan kota yang tertib dan ramah bagi warga.

“Kalau kita mau Sintang berkembang sebagai kota wisata kuliner, maka penyediaan fasilitas umum harus mengikuti. Tidak bisa hanya fokus pada dekorasi tempat dan menu, tapi akses parkir juga harus diperhatikan,” tambahnya.

Anggota DPRD Sintang, Santosa, juga menghimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan parkir dan mendukung penataan ruang publik. Menurutnya, budaya tertib harus dibangun bersama agar kota menjadi tempat yang nyaman bagi semua pihak.

“Ini adalah tugas bersama. Kalau kita saling mendukung, saya yakin Sintang akan menjadi kota yang maju, ramah, dan tertata,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *