Deteksi berita sekota Sintang

Maria Magdalena DPRD Sintang Dorong Ibu-ibu Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga

SINTANG, RS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Maria Magdalena, mengajak para ibu rumah tangga di desa-desa untuk mengoptimalkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif. Ia menekankan pentingnya menanam cabai, sayur mayur, dan tanaman bermanfaat lain sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga serta mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Menurut Maria, banyak pekarangan rumah di pedesaan saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, lahan tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pangan sehat dan mudah diakses setiap saat.

“Pekarangan rumah bisa menjadi kebun mini yang membantu kebutuhan dapur sehari-hari. Menanam cabai atau sayur di rumah sangat bermanfaat, terutama di tengah fluktuasi harga pangan,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Ia menambahkan, menanam sendiri di pekarangan dapat mengurangi ketergantungan keluarga pada pasar, sekaligus memastikan bahan makanan yang dikonsumsi lebih aman karena minim pestisida dan bahan kimia. Selain manfaat ekonomi, kegiatan berkebun juga memberi dampak positif bagi kesehatan dan membangun kebersamaan antaranggota keluarga.

Maria juga menekankan nilai lingkungan dari kegiatan menanam di pekarangan. Tanaman sayur dan cabai dapat membantu menjaga kelembapan tanah, mengurangi risiko erosi, serta menciptakan lingkungan rumah yang lebih hijau dan sejuk. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di pedesaan.

Sebagai wakil rakyat, Maria menyatakan kesiapannya mendorong program pembinaan pertanian rumah tangga melalui pelatihan menanam, penyediaan bibit sayur, pembuatan pupuk organik, dan pendampingan oleh dinas terkait. Ia berharap pemerintah desa ikut berperan aktif melalui pemberdayaan kelompok wanita tani (KWT) agar program ini bisa dijalankan secara berkelanjutan.

“Perempuan di desa memiliki peran besar dalam ketahanan pangan. Dengan memanfaatkan pekarangan, keluarga bisa mendapatkan sayuran segar tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” jelasnya.

Maria mengajak ibu-ibu untuk memulai menanam meski dalam skala kecil, misalnya cabai, kangkung, tomat, atau daun bawang di polybag atau pot. Menurutnya, langkah sederhana namun konsisten ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga dan masyarakat desa.

“Mulailah dari yang kecil, yang penting ada kemauan. Dalam waktu dekat, manfaatnya akan dirasakan, tidak hanya untuk dapur keluarga, tetapi juga untuk lingkungan sekitar,” pungkas Maria Magdalena.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *