SINTANG, RS — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Liyus, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi sejumlah jalan dan jembatan di wilayah Kabupaten Sintang yang mengalami kerusakan cukup serius.
Menurutnya, kerusakan ini berpotensi menimbulkan gangguan mobilitas masyarakat sekaligus risiko keselamatan jika tidak segera ditangani.
“Beberapa titik jalan dan jembatan memang sudah menunjukkan kerusakan yang cukup parah. Jika tidak segera diperbaiki, hal ini bisa mengganggu aktivitas warga dan berdampak negatif terhadap perekonomian lokal,” kata Liyus, saat ditemui di Kantor DPRD Sintang, Senin, 6 April 2026.
Liyus menambahkan bahwa kerusakan infrastruktur terutama terjadi pada jalan penghubung antar kecamatan dan jembatan kecil yang menjadi akses vital bagi masyarakat pedesaan. Ia menekankan pentingnya langkah cepat dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan rutin.
“Kita tidak bisa menunda penanganan. Infrastruktur yang baik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan dan kelancaran distribusi barang dan jasa,” ujar Liyus.
Ia menekankan perlunya koordinasi yang lebih intensif antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memprioritaskan titik-titik kritis.
Selain itu, Liyus menyoroti perlunya strategi jangka panjang agar kerusakan serupa tidak terus berulang. Menurutnya, perencanaan yang matang dan penggunaan material berkualitas akan memastikan jalan dan jembatan lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, terutama selama musim hujan.
Pihak DPRD Sintang berencana untuk menindaklanjuti sorotan ini melalui rapat kerja bersama PUPR dan instansi terkait, guna memastikan langkah perbaikan dapat segera dilaksanakan. Dengan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur, diharapkan mobilitas warga tetap lancar dan aktivitas ekonomi daerah tidak terganggu.











