Deteksi berita sekota Sintang

Sudirman: Makanan Kadaluarsa Sisa Dua Bulan, Jangan di Jual

SINTANG, RS – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sintang, Sudirman menghimbau para pedagang sembako untuk tidak menjual lagi makanan  yang masa kadaluarsanya tersisa dua bulan.

“Dua bulan sebelum kadaluarsa, makanan tersebut wajib untuk disimpan kembali dan tidak dijual lagi.  Jadi pedagang harus rutin mengecek tanggal kadaluarsa barang dagangannya,” ucap Sudirman saat mendampingi Wakil  Bupati Sintang, Sudiyanto melakukan pemantauan harga sembako di delapan lokasi di Kota Sintang pada Kamis, 15 April 2021.

Untuk harga sembako, secara keseluruhannya, kata dia masih stabil dan stok tersedia cukup di pasaran.

“Kita lakukan pemantauan ini, merupakan bagian dari upaya memastikan harga barang tersedia dengan cukup dan harga tetap stabil. Hasilnya, persediaan barang kebutuhan pokok hingga saat ini masih sangat cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat,” kata Sudirman.

Ia berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok. Sebab semua kebutuhan tersedia dengan cukup di pasaran.

Sementara itu, Wakil Bupati Sintang Sudiyanto mengatakan dari hasil pemantauan, menunjukan bahwa beras, ayam pedaging, ikan, daging sapi, dan sayur memiliki stok yang cukup dan harganya juga stabil.

“Hari ini kita mengecek harga dan stok sembako yang ada di pasar tradisional dan pasar modern. Yang kami cek stok sembako hingga lebaran nanti. Hasilnya, semua cukup dan harga stabil,” terang Sudiyanto.

Stok semua komoditas cukup hingga lebaran. Tidak ada kenaikan harga yang mengkhawatirkan, bahkan harga sangat stabil. Ia menghimbau seluruh warga Kabupaten Sintang khususnya yang menjalankan ibadah puasa untuk tenang dan tetap khusuk menjalankan ibadah puasa.

“Yang naik hanya minyak goreng dan telur, tetapi masih wajar. Saya menghimbau agar para pedagang untuk menyiapkan stok yang cukup hingga lebaran, jangan menaikan harga, barang-barang yang sudah kadaluarsa agar jangan dijual lagi. Masyarakat juga banyak yang kurang memperhatikan kalau soal barang kadaluarsa ini. Soal daya beli masyarakat juga belum menunjukan penurunan transaksi. Hanya daging sapi yang diakui penjual tadi agak menurun,” ucap Sudiyanto.

Kepada penjual dan pembeli di pasar tradisional dan modern,  Ia menghimbau agar protokol kesehatan semakin diperketat dan wajib dilaksanakan.

“Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak menghindari kerumunan sangat diperlukan dipasar, karena ada interaksi antara penjual dan pembeli. Kita juga himbau untuk mengurangi mobilitas,” tukasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *