Geobag Timbulkan Masalah Baru Pasca Banjir, Ketua Dewan Akan Cek Langsung

SINTANG, RS – Tanggul pengendali air (Geobag) yang di buat oleh Kementerian PUPR untuk mengatasi banjir di Sintang disebut menimbulkan masalah baru pasca banjir. Keberadaan kantung geotekstil yang berisi pasir tersebut di pasang di bantaran Sungai Melawi justru menyebabkan material lumpur yang mengendap pasca banjir tertahan tak bisa keluar sungai.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny mengaku belum mengetahui kondisi tersebut. Ia memastikan akan mengecek ke lapangan.

“Soal geobag yang menimbulkan masalah baru pasca banjir, seperti lumpur tertahan dan tidak bisa keluar. Kalau itu memang saya belum melihat. Memang kalau geobag itu kan program dari pusat langsung. Nanti kita cek langsung jika memang menimbukan masalah baru,” ujarnya.

Sementara itu, akibat endapan lumpur yang cukup tinggi sampai ke badan jalan. Warga setempat melakukan aktivitas gotong royong untuk membersihkan endapan lumpur pasca banjir tersebut menggunakan mesin Rubin.

Roni warga kampung ladang tersebut mengatakan apabila diguyur hujan kembali maka akan berpotensi lumpur meluber ke badan jalan yang lebih rendah.

“Curah hujan masih tinggi dan lumpur bisa saja kembali menggenangi jalan. Kami harus melakukan kerja bakti bersihkan. Bulan ini sudah dua kali, dan hari ini kita ada 3 Rubin turun untuk membersihkan lumpur. Ya swadaya masyarakat lah,” ucapnya.

“Yang pentingkan arus alu lintas aman, kan kasihan kalau ibu-ibu antar sekolah anak kalau kondisi jalan licin akibat banyak lumpur,” jelas Rony.

Warga terpaksa membuat jalan pembuangan lumpur di tanggul supaya bisa dibuang ke sungai. Roni berharap, pemerintah tidak tinggal diam dengan kondisi ini. Menurutnya, jangan sampai efek dari pembangunan justru merepotkan masyarakat.

(***)

__Posted on
November 27, 2022
__Categories
LEGISLATIF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *