SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang, melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Syarief Yasser Arafat, mendorong seluruh kepala desa agar segera menyalurkan alokasi dana ketahanan pangan sebesar 20 persen dari Dana Desa.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dijalankan lewat Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di masing-masing desa.
“Ini bukan hanya urusan administratif semata,” ujar Yasser pada media ini, baru-baru ini.
Menurutnya, penyaluran dana ketahanan pangan menjadi bukti nyata partisipasi desa dalam mendukung program strategis nasional MBG, khususnya dalam rangka meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak desa dan menurunkan angka stunting.
Ia menekankan pentingnya percepatan penyaluran dana ini karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok rentan.
Lebih lanjut, Yasser menekankan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kepemimpinan dan keterlibatan aktif kepala desa. Tidak hanya sebatas mencairkan dana, namun juga merancang kegiatan secara cermat, mengelola anggaran secara terbuka dan bertanggung jawab, serta menyusun laporan yang akurat dan sesuai aturan.
“Setiap tahap harus dijalankan secara transparan dan akuntabel agar dana benar-benar sampai ke sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menganjurkan agar kepala desa menggandeng Bumdes dalam pelaksanaan program MBG. Dengan melibatkan Bumdes sebagai mitra utama dalam pengadaan dan distribusi bahan makanan bergizi, proses pelaksanaan program akan lebih efisien dan tepat sasaran. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan ekonomi lokal.
DPMPD Sintang sendiri akan terus melakukan pemantauan dan memberikan dukungan teknis kepada desa-desa untuk memastikan penyaluran dana ketahanan pangan berjalan sesuai prosedur. Pendampingan akan diberikan mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, penyaluran, hingga pelaporan kegiatan.
“Kami ingin memastikan anggaran ini dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan warga,” ujar Yasser.
Ia menambahkan, sinergi yang baik antara pemerintah desa, Bumdes, dan DPMPD akan menjadi kunci sukses implementasi program MBG di Kabupaten Sintang. Yasser pun meyakini, dengan kerja sama yang solid, program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan, terutama dalam menurunkan angka stunting dan memperbaiki kualitas gizi anak-anak di desa.
Keberhasilan program MBG, lanjutnya, akan menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan berbasis desa di masa mendatang.
(Rilis Kominfo)









