SINTANG, RS – Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-12 Kabupaten Sintang, Toni, menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan agenda budaya tahunan yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam penutupan acara yang digelar di Rumah Betang Tampun Juah, Desa Jerora 1, Sabtu malam (19/7/2025), Toni mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat.
“Saya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak—panitia, peserta, kontingen dari 14 kecamatan, dan juga dukungan penuh dari aparat keamanan, termasuk TNI dan Polri. Sinergi inilah yang menjadikan PGD tahun ini berjalan sukses dan aman,” ujarnya.
Toni, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sintang, menilai bahwa pelaksanaan PGD ke-12 tahun ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menjaga dan merayakan warisan budaya Dayak.
Ia menyebut, dukungan lintas sektor menjadi kunci utama kelancaran acara yang telah menjadi ikon budaya Sintang tersebut.
Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Toni memandang PGD sebagai simbol identitas kultural yang perlu mendapat payung hukum. Untuk itu, dirinya menyatakan komitmen untuk mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Gawai Dayak Kabupaten Sintang.
“Kabupaten lain seperti Sanggau sudah menetapkan pelaksanaan Gawai Dayak dalam bentuk perda, bahkan dengan tanggal pelaksanaan yang sudah pasti. Saya rasa Sintang pun perlu memiliki dasar hukum yang sama untuk memperkuat eksistensi PGD sebagai agenda resmi tahunan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran perda nantinya akan memberikan kepastian dan kontinuitas dalam pelaksanaan PGD. Selain itu, regulasi tersebut dapat memperkuat promosi budaya Dayak sebagai bagian dari sektor pariwisata lokal yang potensial.
“Dengan adanya perda, kita bisa menjadikan PGD tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga sebagai daya tarik wisata daerah yang berkelanjutan. Ini akan memberikan dampak positif bagi kebudayaan dan ekonomi masyarakat,” pungkas Ketua Komisi D DPRD Sintang, Toni.
PGD ke-12 tahun ini menjadi ajang pertemuan budaya dari 14 kecamatan di Kabupaten Sintang, menampilkan beragam pertunjukan seni, ritual adat, dan lomba tradisional yang mempererat rasa kebersamaan di antara masyarakat Dayak.











