SINTANG, RS – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Markus Jembari, mendorong Pemerintah Kabupaten Sintang untuk lebih serius dalam mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pengelolaan parkir kendaraan.
Menurutnya, hingga saat ini pendapatan daerah dari retribusi parkir masih jauh dari maksimal karena belum adanya sistem pengelolaan yang profesional serta masih maraknya praktik parkir liar di sejumlah titik strategis.
“Selama ini kita lihat banyak area parkir yang tidak terkelola dengan baik. Masih banyak kendaraan yang diparkir secara liar tanpa retribusi resmi, sehingga PAD dari sektor ini belum maksimal,” ujarnya, Rabu, 19 November 2025.
Ia menegaskan bahwa potensi pemasukan dari sektor parkir cukup besar, terutama dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap tahunnya.
Anggota DPRD Sintang, Markus Jembari, menjelaskan bahwa pengelolaan parkir yang baik tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan daerah, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap penataan ruang publik.
Dengan sistem parkir yang tertib, area pusat keramaian seperti pasar, kawasan pertokoan, dan perkantoran dapat menjadi lebih rapi, nyaman, dan aman bagi para pengguna jalan.
Lebih lanjut, Ia menilai bahwa pemerintah daerah perlu menerapkan sistem modern melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memastikan transparansi dan efisiensi pengelolaan parkir. Ia mencontohkan penggunaan aplikasi parkir, sistem pembayaran elektronik, hingga penggunaan alat pemantauan digital di lokasi parkir resmi.
“Tingkat kepercayaan publik akan meningkat jika sistem pengelolaan parkir dilakukan secara terbuka dan profesional. Teknologi menjadi salah satu kunci untuk meminimalisasi kebocoran retribusi,” tambahnya.
Ia juga meminta agar pemerintah melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada para petugas parkir serta pelaku usaha terkait pentingnya penggunaan retribusi parkir resmi. Politisi dari partai Demokrat menilai bahwa tanpa edukasi dan pengawasan tegas, praktik parkir liar akan terus berlangsung dan merugikan daerah.
“Kalau pengelolaan parkir ini dilakukan secara tertib, transparan, dan profesional, tidak hanya PAD yang meningkat, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan tertib,” katanya.
DPRD Sintang berharap pemerintah segera menyiapkan regulasi, sistem operasional, dan pengawasan lapangan yang lebih efektif agar potensi PAD parkir dapat dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan daerah.
“Ini bukan hanya soal uang daerah, tetapi juga soal tertibnya ruang publik dan kenyamanan masyarakat. Kita semua ingin Sintang lebih tertib dan maju,” pungkasnya.











