Deteksi berita sekota Sintang

Abdul Syufriadi Ikuti Rakor Bahas Aktivitas Penambangan

SINTANG, RS – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang, Abdul Syufriadi, mengikuti rapat koordinasi yang membahas aktivitas penambangan di aliran Sungai Masuka, Kamis (12/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional, Ahmad Riduan.

Rapat koordinasi ini digelar sebagai langkah memperkuat sinergi antarinstansi dalam merespons berbagai persoalan yang timbul akibat kegiatan penambangan di kawasan Sungai Masuka. Pemerintah daerah menilai aktivitas tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan, sosial, serta keamanan masyarakat.

Keterlibatan Kesbangpol dalam forum tersebut mencerminkan peran strategis pemerintah daerah dalam melakukan pemantauan terhadap potensi konflik sosial serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Sebagai instansi yang memiliki fungsi deteksi dini, Kesbangpol berperan penting dalam mengantisipasi berbagai persoalan yang dapat berkembang.

Dalam pertemuan itu pun, sejumlah isu dibahas, mulai dari dampak lingkungan akibat penambangan, potensi konflik sosial, hingga pentingnya pengawasan terhadap aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat maupun pihak tertentu.

Abdul Syufriadi menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan sekitar.

“Seluruh instansi perlu bekerja sama dalam menangani persoalan penambangan ini. Masalah ini tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut hukum, lingkungan, serta stabilitas sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Riduan menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan potensi konflik yang mungkin muncul akibat aktivitas penambangan, serta menjalin koordinasi dengan instansi terkait agar situasi tetap aman dan kondusif.

Melalui rapat ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah konkret dalam pengelolaan aktivitas penambangan di Sungai Masuka, sehingga dampak negatif dapat ditekan dan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam serta kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Pemerintah daerah juga berharap melalui komunikasi dan koordinasi yang baik antarinstansi, setiap persoalan yang muncul di masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan menyeluruh, demi menjaga ketertiban serta keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Sintang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *