Deteksi berita sekota Sintang

Anggota DPRD Sintang Tekankan Perlunya Insentif Layak bagi Tenaga Kependidikan Non-ASN

SINTANG, RS — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba, menekankan pentingnya perhatian lebih dari pemerintah daerah terhadap kesejahteraan tenaga kependidikan non-ASN. Menurutnya, para tenaga pendidik dan kependidikan non-ASN memegang peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sintang.

“Tenaga kependidikan non-ASN seringkali menjadi tulang punggung operasional sekolah. Mereka mendukung guru dan siswa, memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar. Oleh karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujar Sebastian Jaba saat ditemui di Kantor DPRD Sintang, Selasa, 7 April 2026 .

Sebastian menambahkan bahwa meskipun status mereka bukan ASN, kontribusi tenaga kependidikan non-ASN sangat besar dalam mendukung pendidikan formal. Ia menekankan perlunya program yang jelas terkait tunjangan, insentif, dan fasilitas kerja yang memadai agar mereka merasa dihargai dan termotivasi.

“Kita perlu memastikan mereka mendapat hak yang layak. Tidak hanya soal gaji, tetapi juga perlindungan sosial, pelatihan, dan pengakuan atas kerja keras mereka di dunia pendidikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sebastian Jaba mengusulkan agar pemerintah daerah melakukan pendataan menyeluruh terhadap jumlah dan kondisi tenaga kependidikan non-ASN di seluruh sekolah Kabupaten Sintang. Data ini akan menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan yang adil dan tepat sasaran.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan tenaga kependidikan non-ASN tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga secara langsung meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Dengan tenaga kependidikan yang lebih sejahtera dan termotivasi, proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif, dan siswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih optimal.

Sebastian menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan sekolah.

“Kita harus bekerja sama memastikan tenaga kependidikan non-ASN tidak terabaikan. Investasi terhadap kesejahteraan mereka adalah investasi langsung bagi masa depan pendidikan di Sintang,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *